[Update Terbaru] Daftar Perumahan Islami di Indonesia

Berikut daftar perumahan islami yang 100% perumahan baru syariah di Indonesia. Untuk saat ini, rumah yang tersedia umumnya berada di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) serta Bandung.

[DICARI] Marketing Freelance Properti Syariah

Lowongan untuk Anda yang ingin menambah penghasilan via online! Dapatkan hasil hingga jutaan rupiah per bulan lewat jualan properti syariah!

Kavling Perumahan Syariah Bumi Salsabila Indah Dramaga

Hunian syariah penuh berkah di dekat Kota Bogor. Harga kavlingnya masih di bawah 100 JUTA. Paling terjangkau di kelasnya!

Perumahan Syariah Griya Al-Fatih Residence Cikarang

Perumahan syariah murah muriah, harga setara perumahan subsidi tapi dengan kualitas yang lebih baik. Harga hanya 100 jutaan!

Kavling Kebun Buah Lantaburro Bogor

Kavling kebun berskema syariah dengan harga hanya 20-an juta untuk luas 100 m2 (SHM). Bonus 4 pohon buah (2 pohon durian, 2 pohon lainnya. Pilihan tepat untuk investasi Anda.

Friday, April 3, 2020

JIKA MUDHORIB MENDAPAT GAJI KHUSUS

Akad mudharabah termasuk akad syarakah yang tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan bersama. Jika ada hasil dibagi bersama, sebaliknya, jika rugi ditanggung bersama. Seperti pepatah mengatakan,

“Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul.”

Karena itulah, tidak boleh dalam akad mudarabah maupun musyarakah ada satu pihak yang selalu di posisi untung, sementara dia tidak menanggung resiko rugi.

Berangkat dari latar belakang ini, tidak boleh dalam akad mudharabah, mudharib mendapatkan gaji, sementara nanti dia juga mendapatkan porsi bagi hasil. Misal, digaji 2jt/bln.

Karena jika ternyata keuntungan bulan ini hanya 2jt, maka itu semua dimiliki oleh mudharib, sementara pemodal sama sekali tidak mendapatkan apapun. Atau yang lebih parah lagi, ketika bulan ini tidak mendapatkan keuntungan sama sekali, sehingga dia tidak mendapatkan apapun.

As-Syirazi –ulama Syafiiyah – menjelaskan bagian dari aturan mudharabah,

ولا يجوز أن يختص أحدهما بدرهم معلوم ثم الباقي بينهما ؛ لأنه ربما لم يحصل ذلك الدرهم ، فيبطل حقه ، وربما لم يحصل غير ذلك الدرهم ، فيبطل حق الآخر

Salah satu pelaku akad mudharabah tidak boleh dikhususkan untuk mendapatkan uang senilai tertentu, kemudian sisanya dibagi sesuai kesepakatan keduanya. Karena bisa jadi uang senilai itu tidak didapatkan, sehingga dia tidak mendapatkan apapun. Dan bisa jadi yang didapatkan hanya uang senilai itu, lalu dijadikan gaji sehingga hak kawannya tidak ada. (al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab, 14/366)

Bahkan Ibnul Mundzir menyampaikan, bahwa ulama sepakat, mudharabah menjadi batal jika ada salah satu pihak mendapat jatah khusus.

Ibnul Mundzir mengatakan,

أجمع كل من نحفظ عنه على إبطال القِراض إذا جعل أحدهما أو كلاهما لنفسه دراهم معلومة

Semua ulama yang saya ketahui, bahwa qiradh menjadi batal apabila salah satu pihak atau masing-masiing pihak ditetapkan mendapatkan uang senilai tertentu. (al-Mughni, 5/148).

Demikian, Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits

(Sumber: https://konsultasisyariah.com/31310-mudharib-tidak-boleh-mendapat-gaji-khusus.html)

Like, Share & Comment
.
.
#rumah  #rumah123  #rumahdijual #rumahcom #rumahsyariah #kavling #kavlingrumah #kavlingmurah #kavlingstrategis #kavlingpromo #rumahsyariahbekasi #cerdasmuamalat #davprosyar #sunnah #ustadzadihidayat #ustadzkhalidbasalamah #ustadzsyafiqrizabasalamah #ustadzabdulsomad #islam

Thursday, April 2, 2020

Amalan Istimewa di Hari Jumat


Ada tujuh amalan hari Jumat yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Ini lantaran hari Jumat memiliki sejumlah keistimewaan. Demikian diriwayatkan Al-Imam al-Syafi'i dan al-Imam Ahmad dari Sa'ad bin 'Ubadah dalam sebuah hadis.

Hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah menyebutkan keistimewaan hari Jumat. "Sebaik-baik hari yang pada hari itu mata hari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan. Pada hari itu ia dimasukkan ke surga dan pada hari itu ia dikeluarkan dari surga dan tidak akan terjadi hari kiamat kecuali pada hari Jumat." (HR. Muslim dan Tirmidzi).
Berikut 7 amalan hari Jumat yang dianjurkan itu:
1. Membersihkan Diri
Salman Al Farisi berkata, Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang mandi pada hari Jum'at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi di antara dua orang untuk dilewatinya, kemudian salat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum'at". (HR. Bukhari).
Karena itu, sesuai sunnah Rasul, kita harus membersihkan diri dengan mandi sunnah untuk niat menghadiri salat Jumat (bagi yang laki-laki). Selain itu memakai minyak wangi, membersihkan kuku, dan memotong rambut menjadi amalan baik sebelum melaksanakan salat Jumat.
2. Membaca Surat Al Kahfi
Amalan hari Jumat berikutnya membaca Surah Al Kahfi. Membaca surat ini bisa dilakukan pada malam atau siang hari pada Hari Jumat. Keutamaan membaca surat ini, Allah SWT akan memberikan ketenangan hati hingga satu pekan kemudian. Ketenangan hati berguna untuk menghadapi dinamika hidup. Selain itu, kita akan dilindungi dan dijauhkan dari fitnah Dajjal.

3. Membaca Surat Yasin
Selain Surat Al Kahfi, umat muslim juga dianjurkan membaca Surat Yasin pada hari Jumat. Keutamaan membaca Surat Yasin ditegaskan dalam sebuah hadis riwayat Abu Daud sebagai berikut. "Barangsiapa membaca surat Yasin dan al-Shaffat di malam Jumat, Allah mengabulkan permintaannya." (HR Abu Daud dari al-Habr).
4. Perbanyak Selawat dan Zikir
Umat muslim dianjurkan untuk membaca selawat dan zikir pada hari Jumat. Membaca selawat dan zikir berguna untuk bekal di akhirat. Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda: "Maka perbanyaklah (selawat) kepadaku pada hari (Jumat) ini, sesungguhnya selawat kalian akan ditampakkan kepadaku" (H.R Abu Daud no.1047 hadis shahih).
5. Bersedekah
Perbanyaklah bersedekah sebagai amalan hari Jumat. Sedekah bisa berupa uang, makanan, atau lainnya. Jangan takut uang menjadi habis jika bersedekah. Karena Allah akan melipatgandakan pahala sedekah. Bahkan Allah akan menambah rezeki jika kita bersedekah. Nabi bersabda, 'Dan di hari Jumat pahala bersedekah dilipatgandakan". (Imam al-Syafi'i, al-Umm, juz 1, hal. 239).
6. Salat Jumat
Salat Jumat wajib hukumnya bagi kaum laki-laki. Apabila telah meninggalkan salat Jumat sebanyak tiga kali maka tergolong orang yang fasik. Disunahkan menyegerakan pergi ke masjid untuk melaksanakan salat Jumat.

Dalam sebuah hadis disebutkan "Jumat adalah kewajiban bagi setiap Muslim secara jamaah kecuali empat orang. Hamba sahaya yang dimiliki, perempuan, anak kecil dan orang sakit". (HR. Abu Daud).

7. Berdoa
Terakhir, amalan hari Jumat yakni berdoa. Doa-doa pada hari Jumat akan dikabulkan oleh Allah SWT.
"Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membicarakan mengenai hari Jumat lalu ia bersabda, di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta" Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut." (HR. Bukhari nomor 935 dan Muslim no. 852, dari sahabat Abu Hurairah).

Wednesday, April 1, 2020

Properti Syariah antara Tantangan dan Hambatan : Semangat Anti Riba


Sebelum masuk pada inti pembahasan, kiranya saya ingin mendahului tulisan ini dengan doa semoga bapak ibu pembaca sekalian senantiasa berada dalam lindungan dan keberkahan dari Allah Azza wa Jalla. 
Akhir-akhir ini, dalam kurun waktu 10 tahun belakangan ini setidaknya menurut pengamatan penulis, kehidupan properti di Indonesia diramaikan dengan adanya suatu konsep properti baru yang disebut Properti Syariah. Apa ini..?? Properti Syariah secara terminologi merupakan sebuah konsep properti baru dimana spirit melepaskan diri dari Riba dalam transaksi kepemilikan properti ini sangat kental terasa. Di beberapa tempat, konsep tanpa riba ini ditambahkan dengan "tanpa-tanpa" lain seperti tanpa sita, tanpa denda, tanpa akad bermasalah, dll yang memperkuat semangat anti riba tersebut. 
Slogan anti riba ini sendiri berangkat dari adanya sebuah semangat bersama sekelompok masyarakat untuk terhindar dari bahaya riba yang disebutkan dalam al-quran dan sunnah. Imam adz-dzahabi dalam kitab Al-Kabaair menempatkan perbuatan memakan harta riba sebagai dosa terbesar ke-12. Tentu tanpa bermaksud meringan-ringankan dibanding 11 amalan buruk diatasnya, namun secara jelas, riba merupakan salah satu dosa besar yang harus segera dihindari. 
Dalam al-qur'an surah Ali-Imron : 130, Allah Azza wa Jalla berfirman yang artinya,"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapatkan keberuntungan." Dalam al-qur'an surah Al-Baqarah, Allah memberikan perumpamaan bagi pelaku riba. "Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu adalah disebabkan mereka berkata, sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba.". Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad SAW bersabda, "Riba itu memiliki 70 pintu. Yang paling ringan adalah seperti seseorang yang menikahi ibunya sendiri. Sedangkan yang paling berat adalah seseorang yang senantiasa merusak kehormatan saudara Muslimnya."(1)
Oleh karena betapa besarnya peringatan tentang riba ini, sehingga banyak kelompok masyarakat yang menaruh perhatian besar pada adanya potensi riba dalam sebuah transaksi properti, baik itu rumah tapak, rumah susun, kebun, dll. Semangat hijrah ini semakin menggeliat dengan banyaknya testimoni-testimoni orang yang berhasil keluar dari lilitan hutang riba dalam sebuah skema KPR Bank konvensional. Bukan hanya itu, aksi anti riba juga banyak dilakukan dalam bentuk menjual seluruh aset yang diperoleh dalam transaksi riba sebelumnya. Hal ini semakin menambah semangat masyarakat untuk memiliki property dengan cara syariah.
Semangat yang tinggi ini dan diiringi dengan adanya kebutuhan untuk segera memiliki hunian semakin menambah besar peluang bisnis properti syariah. Workshop-workshop bisnis yang mengulas metode bisnis jenis ini banyak bermunculan dalam bentuk komunitas-komunitas seperti: Developer Property Syariah (DPS) yang digawangi oleh Ust. Rosyid Aziz yang banyak menggarap proyek di Jabodetabek. Ada juga komunitas semisal bernama Developer Property Syariah Indonesia (DPSI) binaan Ust. Rudini yang banyak mengembangkan properti di wilayah jawa bagian tengah-timur dan indonesia bagian timur. Asosiasi Property Syariah Indonesia (APSI) yang dibentuk oleh Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) juga tak mau ketinggalan untuk membuat pelatihan-pelatihan ber-genre serupa. Seluruh komunitas ini -- dan komunitas lain tentunya, yang belum dicantumkan dalam tulisan ini -- memberi kontribusi positif dan atraktif dalam pengembangan industri properti syariah di tanah air. 
Masyarakat indonesia merespon positif adanya model kepemilikan properti seperti ini. Karena hampir semua pengembang alumni dari komunitas-komunitas ini menerapkan sistem pembayaran langsung ke pengembang tanpa melibatkan bank sebagai pemberi kredit (KPR). Meski ada sebagian dari pengembang tersebut tetap menggunakan KPR Bank, namun setidaknya pilihan jatuh kepada Bank Syariah, itupun dengan klausul yang tertuang dalam akad antara pengembang-bank-konsumen terlebih dulu sudah diverifikasi oleh verifikator internal komunitas tersebut, APSI misalnya. Sehingga potensi riba yang mungkin terjadi dapat diminimalisir semaksimal mungkin. 
Dengan demikian kehadiran properti syariah sebenarnya bagi beberapa lapisan masyarat cukup membantu khususnya masyarakat yang secara administrasi dari kacamata perbankan tidak layak (not bankable) atau pernah masuk kedalam catatan hitam Bank Indonesia yang dalam kurun waktu tertentu tidak bisa mendapat kredit dari perbankan. 
Namun, disisi lain di pihak pengembang pun harus memiliki sistem filtrasi yang cukup bagus dan akurat untuk mengelola sistem ini, sebab alih-alih ingin membantu malah jadi buntu. Konsumen yang membeli produk properti tersebut memang sebenarnya saat ini sedang tidak cukup baik finansialnya. Sebab, ada 2 tantangan utama pengembang dalam konteks ini, yakni; arus kas terganggu yang sedianya menjadi jantung perusahaan dan sistem tanpa sita yang tidak memungkinkan si pengembang untuk melakukan 'tekanan' langsung kepada konsumen untuk segera menyelesaikan pembayarannya. 
Selain tantangan-tantangan lain, seperti; aspek legalitas, sosial masyarakat dan satu lagi yang tak kalah pentingnya dari aspek teknis, pengembang harus benar-benar memiliki personil maupun tim yang tangguh, mengingat harga bahan material dan upah sangat-sangat fluktuatif. Beda daerah beda harga, beda merk beda harga pula. Pun, di beberapa daerah tertentu tidak mudah untuk mendapatkan mandor maupun tukang yang bisa diandalakan kualitasnya. Sekalinya ada harganya pun berbeda. Faktor teknis ini juga kerap menjadi arena perdebatan yang cukup panjang antara pengembang dengan konsumen pada saat serah terima. Adanya perbedaan, baik antara gambar dengan di lapangan, maupun jenis material yang digunakan ini juga perlu diperhatikan sedari awal, agar seluruh pihak memahami spesifikasi teknis bangunan dari mulai yang terlihat sampai yang terlihat itu apa saja, seberapa besar, terbuat dari bahan apa. Jikapun ada jenis material yang rentan kosong atau sulit didapat, dijelaskan juga "setara" itu lingkupnya sampai mana, berkisar di merk mana saja jika merk utama yang dikehendaki tidak tersedia. 
Sehingga, dengan demikian kehadiran properti syariah benar-benar muncul sebagai entitas bisnis yang Amanah dan Profesional.
Referensi Data: 

Friday, March 27, 2020

Rukun Jual Beli Dalam Syariah


Sebagai muslim yang baik kita harus berusaha agar setiap hal yang kita lakukan itu berdasarkan syariat islam dengan demikian kita tidak akan merasa was-was ketika melakukan transaksi dalam jual beli dengan memahami bagaimana proses jual beli dalam islam maka kita harus tahu beberapa hal terkail jual beli secara syariah. 
kesempatan kali ini yang akan kita bahas adalah mengenai akad dalam jual beli menurut syariat islam . 

Jual beli secara bahasa adalah bermakna memberikan suatu barang untuk ditukar dengan barang lain (barter). Jual beli menurut syara’ bermakna pertukaran harta dengan harta untuk keperluan tasharruf/pengelolaan yang disertai dengan lafadh ijab dan qabul menurut tata aturan yang diidzinkan (sah).

Dengan mencermati  pengertian jual beli menurut syara’ ini, maka bisa diketahui terdapat tiga rukun jual beli. Imam Al-Rafi’i menyebut ketiganya tidak sebagai rukun. Beliau lebih suka menyebutnya sebagai syarat sahnya jual beli, antara lain: 
• Ada dua orang yang saling bertransaksi (muta‘âqidain), yang terdiri atas penjual dan pembeli
• Adanya shighat/lafadh yang menunjukkan pernyataan jual beli, antara lain lafadh ijab dan lafadh qabul. 
• Barang yang ditransaksikan (ma’qud ‘alaih). Unsur dari al-ma’qud ‘alaih ini terdiri ‘harga’ (thaman) dan “barang yang dihargai” (muthman). 

Yuk, kita melakukan proses jual beli sesuai dengan syariat Islam. Termasuk soal jual beli hunian

Tuesday, March 24, 2020

7 ALASAN MENGAPA ANDA SEBAIKNYA MENGHINDARI KPR BANK KONVENSIONAL


Pembelian rumah dengan menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Perbankan kerap dianggap menjadi solusi bagi mereka yang belum mampu membeli rumah secara cash/tunai. Namun, di balik kemudahan memperoleh rumah idaman tersebut, ada beberapa hal yang baiknya diperhatikan terlebih dahulu. Terdapat berbagai jebakan yang otomatis akan menjerat siapa pun yang masuk ke dalam skemanya.

Sistem KPR tersebut umumnya kesannya mudah, apalagi ditambah berbagai tawaran menggoda, yang menyebabkan kerugian bagi Anda jika mengambilnya tanpa tahu apa resikonya. Berikut ini adalah 7 alasan mengapa Anda sebaiknya menghindarinya KPR Perbankan, khususnya Bank Konvensional.


1. BI Checking yang ribet dan melelahkan

Siapa saja yang pernah mencoba mengambil rumah lewat KPR perbankan pasti kenal dengan BI Checking. Ya, inilah tahap awal jika Anda mau mengajukan KPR ke bank. Sebuah proses verifikasi data klien terkait kelayakannya untuk bisa mengambil cicilan perbankan. Selain proses pengecekannya yang bisa memakan waktu berminggu-minggu, BI Checking juga menjadi momok bagi sebagian orang karena sering ditolak pengajuannya.

Jika Anda berprofesi sebagai pegawai tetap, mungkin hal ini tidak terlalu menjadi persoalan karena kelengkapan data sudah disediakan oleh kantor. Namun, jika Anda memiliki pekerjaan sebagai wirausaha mikro ataupun pedagang, syarat yang diperlukan sungguh berat. Di antaranya, izin-izin usaha harus lengkap, laporan keuangan yang mesti mendalam, serta aliran kas usaha yang terus stabil. Ketika Anda gagal memenuhi salah satu kriteria tersebut, maka pengajuan ditolak. Impian Anda untuk memiliki rumah pun pupus hingga dikubur dalam-dalam.


2. Suku bunga yang naik dan cicilan makin mencekik

Selamat jika Anda telah lolos BI Checking dan sudah memulai tahap mencicil. Di sini akan timbul permasalahan baru yang awalnya kebanyakan orang tak menyadarinya. Khususnya, bagi yang cicilan rumahnya bukan skema cicilan flat atau cicilan tetap hingga selesai. Bagi yang cicilannya tidak flat, maka Anda harus menghadapi cicilan KPR yang menyesuaikan nilainya dengan kondisi suku bunga perbankan.

Awalnya, suku bunga tersebut terasa ringan karena diberikan suku bunga yang nilainya rendah. Namun pada ujungnya, suku bunga tersebut cenderung akan naik terus hingga mengagetkan Anda yang mencicil. Bisa jadi pada tahun pertama, cicilan rumah Anda cuma dua jutaan, namun pada tahun-tahun berikutnya menjadi empat jutaan. Sementara itu, penghasilan Anda tak mengalami kenaikan yang signifikan. Duh, tentunya hal ini akan mencekik Anda yang membayar cicilan tersebut.


3. Denda atas keterlambatan yang membuat biaya membengkak

Sebelumnya, Anda sudah harus menghadapi kemungkinan cicilan yang terus naik. Ternyata tak cukup sampai di situ saja, Anda pun tak boleh terlambat menbayar cicilan tersebut meski hanya sehari pun. Jika terlambat, maka akan dikenakan denda yang besarnya bervariasi tergantung kebijakan bank yang menyediakan fasilitas KPR.

Secara umum, memang kebanyakan bank menghitung denda per hari keterlambatan. Namun, kondisi Anda sebagai pihak yang terlambat membayar cicilan tentunya berbeda-beda. Tak jarang ada yang menunggak dengan durasi lama sehingga dendanya jadi berlipat-lipat. Hal ini akan membuat biaya yang dikeluarkan untuk memiliki rumah jadi semakin tinggi. Apalagi tak ada dispensasi maupun toleransi untuk keterlambatan. Tak peduli kondisi keuangan keluarga Anda sedang sesulit apapun.


4. Debt Collector yang siap meneror Anda

Ketika Anda sudah tidak mampu membayar cicilan, maka bersiap-siaplah menghadapi para debt collector. Mereka sengaja disewa bank dengan tujuan agar nasabah segera membayar angsuran yang tertunggak, tak peduli dengan apa penyebabnya. Dalam hal ini, tak jarang debt collector tersebut diberi wewenang menggunakan segala macam cara agar nasabah merasa terpojok, tidak nyaman, terancam dan takut apabila menunda pembayaran lebih lanjut lagi.

Mungkin di antara Anda ada yang merasa berani untuk menghadapi teror dari debt collector tersebut. Namun, coba bayangkan, apabila yang menghadapinya adalah anak, istri, orang tua, atau kerabat dekat Anda yang lainnya? Apakah masih ada perasaan aman, nyaman, dan tentram untuk tinggal di rumah tersebut bagi Anda maupun mereka?


5. Resiko sita jika tak mampu bayar

Jika ternyata Anda tetap tidak mampu melanjutkan cicilan setelah berkali-kali ditagih, maka bersiap-siaplah untuk mengosongkan rumah. Mau tak mau rumah tersebut harus diserahkan kembali kepada bank. Padahal, bisa jadi Anda sudah melunasi cukup banyak cicilan sebelumnya. Namun karena bank masih memiliki hak penuh terhadap rumah Anda, maka ia dapat menyitanya, kemudian akan dilelangkan. Besaran nilai lelang pun bank lah yang menentukan. Bahkan biasanya, harga rumah yang dilelang jauh di bawah harga pasar agar cepat laku. Intinya, yang paling penting nilai rumah tersebut haruslah dapat menutupi kekurangan cicilan nasabahnya.

Lalu, Anda yang telah mencicil selama tahunan atau bahkan puluhan tahun hanya bisa duduk terpaku. Penuh nestapa meratapi hilangnya aset disertai dengan kesia-siaan membayar cicilan selama ini. Di lain sisi, pihak perbankan yang menyita ternyata jarang sekali, bahkan hampir tak pernah, memberikan kelebihan sisa lelang rumah kepada nasabahnya.


6. Dikenakan pinalti jika melunasi lebih cepat

Anda yang merasa banyak kerugian jika terus mencicil di bank pun akhirnya tersadar. Saat Anda memiliki rezeki lebih, Anda pun ingin langsung mempercepat pelunasan cicilan rumah tersebut. Ternyata, persoalan belum selesai. Jika Anda ingin melunasi cepat, maka akan dikenakan pinalti (biaya tambahan) karena melunasi tak sesuai rencana KPR. Ya, Anda dikenakan “denda” karena “ketidakpatuhan” untuk membayar selama jangka waktu yang disepakati.

Terkesan lucu memang. Tapi inilah fakta yang terjadi pada umumnya. Ketika Anda beriktikad mau mempercepat bayaran, malah tambahan bayaran yang Anda dapatkan.


7. Dosa riba karena KPR Konvensional yang jelas produk ribawi

Keenam hal sebelumnya adalah cobaan yang dihadapi oleh Anda jika mengambil KPR lewat Bank Konvensional yang dapat dirasakan langsung di dunia. Selain itu, akan ada pula yang diterima di akhirat jika Anda tetap berada dalam dalam jebakan KPR Bank Konvensional padahal Anda sadar bahwa itu adalah produk ribawi. Produk yang di dalamnya mengandung unsur riba, mulai dari bunga, denda, penalti, dan sebagainya.

Apakah Anda masih mau menerima bahaya dan ancaman akan dosa riba yang sengaja dilakukan? Apakah Anda mau mendapat dosa yang sama dengan menzinai ibu sendiri? Atau mau berperang dengan Allah dan Rasulnya? Tentunya tidak bukan?


BUMI SALSABILA INDAH
"Hunian Syariah Penuh Berkah"

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html